Tampilkan postingan dengan label Kicaumania. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kicaumania. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Januari 2016

Ingin Cucak Hijau Tampil Maksimal di Lapangan! Inilah 10 Kriteria Penilaian dan isian Yang Membuat Juri Tertarik

Burung kicau dalam hal ini contohnya cucak hijau memang burung yang menarik untuk dipelihara karena si pemelihara bisa mendengar kicauan indah setiap hari dari burung tersebut. Mempunyai hobi memelihara burung kicau merupakan salah satu hal positif yang bisa dilakukan oleh para kaum pria apalagi bila mereka bisa membuat burung tersebut menjadi sumber datangnya uang. Anda bisa mewujudkan hal tersebut bila anda mau mencoba mengikuti lomba kicau burung yang diikuti oleh para pecinta burung serta menawarkan hadiah yang cukup menggiurkan. Banyak orang yang menjadi tertarik untuk mengikutkan burung peliharaan mereka ke ajang lomba kicau burung untuk mengetes keindahan suara kicauan burung peliharaan sekaligus mendapatkan uang hadiah lomba tersebut.

Image Via Flickr : Zakir Hassan


Cucak hijau adalah burung kicau yang memiliki harga relative terjangkau, mudah diternakan sehingga julahnya banyak, serta hal yang paling mengagumkan adalah kemampuannya yang bisa meniru suara berbagai burung serta gaya bertarung yang cantik. Para penggemar yang tadinya hanya memelihara burung cucak hijau menjadi hobi tetapi ingin mengikuti lomba maka dia harus mengetahui kriteria penilaian cucak hijau, karakter di lapangan serta isian yang membuat juri tertarik agar bisa memenangkan lomba tersebut. Sebenarnya walaupun memiliki gaya bertarung yang cantik serta suara yang bagus mengorbitkan burung ini dalam lomba di lapangan bukan hal yang mudah. Ada beberapa kriteria penilaian yang harus anda ketahui:

  1. Irama yang dilantunkan harus terdengar merdu bukan merupakan suara asli ataupun bawaan burung di alam liar.
  2. Volume suaranya keras, tebal, serta tidak tipis. Suara tersebut harus terdengar oleh suara juri pada saat penilaian.
  3. Lagu yang dinyanyikan tidak monoton dan harus bervariasi.
  4. Ngerol atau menyanyikan lagu terus menerus secara sambung-menyambung sehingga seperti menggulung. Cucak hijau yang bisa menyanyikan lagu secara kontinyu biasanya memiliki nafas yang panjang sehingga bisa terus bernyanyi.
  5. Spasi, burung yang dalam pergantian dari satu lagu ke lagu berikutnya harus bisa terdengar rapat sehingga seperti tidak ada jeda atau disebut juga spasi. Tingkat kerapatan spasi yang sedikit ketika mengambil jeda untuk bernafas ketika berpindah dari satu lagu ke yang lainnya sangat mempengaruhi penilaian.
  6. Power yang terlihat saat menyanyikan lagu sehingga lagu terdengar jelas atau tidak gembos. Gembos adalah kondisi burung yang menyanyi tetapi tidak terdengar suaranya.
  7. Intonasi adalah kondisi naik turun nada pada alunan lagu yang dibawakan burung saat berkicau. Penilaian yang ideal adalah intonasi mengalun seperti gelombang dan tertata rapi serta enak didengar.
  8. Gaya merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Burung yang mempunyai gaya akan memiliki nilai lebih unggul dari yang tidak memilikinya. Gaya yang biasanya dimiliki cucak hijau adalah njabrik, njambul, membuka ekor, dan ngentrok.
  9. Durasi kerja yang harus cucak hijau perlihatkan adalah 80% hingga 85% yang melewati amang batas waktu yang telah disediakan oleh panitia. Jika burung didis atau menyisir bulunya, menabrak jeruji sangkar, turun ke bawah sangkar, atau menjulur-julurkan lidahnya maka nilai durasi kerjanya akan dikurangi.
  10. Fisik, kondisi fisik burung saat berlomba utuh serta tidak memiliki cacat pada bagian tubuhnya.

Selain kriteria penilaian di atas isian serta karakter burung yang menarik juga bisa menjadi poin tambahan bagi para juri. Variasi isian yang bagus, bervariasi, serta memiliki cirri khas tentunya bisa menjadi poin yang penting meskipun bukan hal yang wajib. Ada beberapa karakter yang diperlihatkan burung seperti menyanyikan lagu tembakan tonjolan tanpa jambul, mengeluarjan tonjolan tetapi pendek-pendek, njambul atau ngentrok tetapi suaranya ngebass, dan terakhir adalah karakter yang paling diidealkan untuk menang yaitu memiliki lagu yang bervariasi dan menyanyi dengan ngerol serta mempunyai gaya njambul atau ngentrok.

Jitu 4 Rahasia ini Mampu Membuat Cucak Hijau Crystal Tetap Moncer di Musim Hujan

Cucak hijau adalah salah satu burung kicau yang paling sering ditandingkan karena performanya yang mengagumkan. Namun, biasanya hal tersebut tidak berlaku di musim hujan. Kenyataannya banyak burung cucak hijau yang sering menjadi juara justru memiliki penampilan serta performa payah saat bertarung di musim hujan. Mungkin hal tersebut dikarenakan karakter burung cucak hijau yang merupakan burung kicauan yang membutuhkan panas agar bisa berkicau atau tampil secara maksimal. Pada habitat aslinya burung tersebut kerap bertengger pada pucuk pohon tertinggi untuk mencari kehangatan. Hal tersebut tetap berlaku untuk burung cucak hijau yang berada dalam perawatan manusia. Burung tersebut harus dijemur secara rutin minimal dua jam setiap pagi hari.

Image Via Flickr : Syaif Alhajj


Penjemuran menjadi hal yang cukup sulit dilakukan pada hari mendung atau hujan seperti yang terjadi pada musim hujan. Biasanya hujan akan turun dari pagi hingga siang atau bahkan sore, bila hujan tidak turunpun langit menjadi mendung dan menghalangi cahaya matahari. Terkadang memang ada kesempatan untuk menjemur burung sore hari, itupun membuat burung tidak mendapat panas secara maksimal. Hal tersebut yang membuat cucak hijau yang biasanya jago saat lomba menjadi mempunyai performa payah saat musim hujan. Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk cucak hijau crystal, burung cucak hijau yang satu ini justru tetap menjadi moncer meskipun pada musim hujan. Padahal burung cucak hijau yang lain menjadi melempem, terkadang saat digantang burung tersebut malah tidur atau menyisir bulunya karena terkena percikan air hujan.

Cucak hijau crystal justru menjadi juara saat burung cucak hijau lainnya memiliki performa buruk. Hal tersebut dibuktikan dengan menangnya cucak hijau crystal pada  kejuaraan burung WMP Cup 2 yang diadakan di Klaten pada tanggal 28 Desember 2014. Cucak hijau crystal berhasil mencetak double winner meskipun pada saat itu adalah musim hujan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa anda coba untuk membuat burung kicau anda tetap moncer meskipun saat musim hujan:

1. Buat burung tetap hangat

Hal ini sangat disarankan karena seperti yang anada ketahui bahwa burung cucak hijau jenis apapun akan memiliki performa lebih baik bila berada di tempat yang panas atau hangat. Jadi, bila musim hujan tiba maka jangan memaksa untuk menjemur burung anda pada saat langit mendung sebaiknya anda tetap menaruhnya di dalam rumah dan letakkan di tempat yang hangat serta tetap ditutupi kerodong agar burung menjadi lebih hangat. Dengan demikian burung tidak akan terus didis alias menyisir bulu mereka atau merasa ngantuk sepanjang waktu karena kedinginan.

2. Kurangi frekuensi mandi

Mengurangi frekuensi mandi juga merupakan hal yang sangat disarankan karena pada saat musim hujan tentunya cukup menyusahkan untuk mengeringkan tubuh burung tanpa bantuan cahaya matahari seperti pada saat musim kemarau. Hal tersebut akan mengganggu performa burung bila anda membiarkannya kedinginan. Oleh sebab itu saat akan mengikuti lomba sebaiknya anda jangan memandikan burung anda, misalnya bila lomba diadakan hari senin maka pada hari minggu dan senin jangan mandikan burung anda.

3. Beri multivitamin

Multivitamin diperlukan untuk menjaga kondisi burung tetap fit di cuaca dingin sehingga burung tidak akan sakit.

4. Beri extrafooding yang baik

Anda harus memberi burung anda ekstrafooding yang lain, tidak hanya jangkrik. Contoh ekstrafooding yang paling disarankan adalah ulat hongkong. Sebaiknya ulat hongkong yang dipilih berwarna putih serta memiliki kulit yang halus dan tidak terlalu kasar agar aman untuk dikonsumsi oleh burung.

Kamis, 07 Januari 2016

Sukses Beternak Murai Batu, Dua Pemuda Surabaya Ini Tak Mau Hura–Hura

Masa muda memang tidak harus hanya dilewati dengan cara hura-hura saja atau juga kegiatan yang tidak bermanfaat bagi masa depan. Biasanya para pemuda cenderung berpikir hura-hura bersama teman-temannya atau hanya berpikir untuk menemukan dan mencari pacar. Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk dua pemuda asal Surabaya ini yang justru lebih memikirkan masa depan dengan menjalankan bisnis yang awalnya kecil-kecilan hingga akhirnya sukses. Bisnis tersebut adalah beternak murai batu yang merupakan burung yang cukup digemari oleh masyarakat karena memiliki penampilan yang cantik dan unik serta suara merdu. Kedua pemuda tersebut berprinsip bahwa mereka harus melakukan kegiatan yang berguna terutama untuk masa depan.
Kedua pemuda Surabaya yang menginspirasi tersebut bernama Indra Hatta yang saat ini berusia 26 tahun dan Andri Wicaksono yang berusia 21 tahun. Mereka berdua telah sukses menggeluti usaha beternak murai batu yang diawali dari sekedar hobi. Hal tersebut tentunya bisa dijadikan pembeajaran bagi para kaum muda lainnya agar bisa mencari kegiatan lain yang tidak hanya bertujuan untuk senang-senang tetapi juga bisa memberikan manfaat untuk kehidupan masa depan nantinya. Berikut adalah profil singkat mengenai kedua pemuda asal Surabaya tersebut.

Image Via Flickr : mdL


Indra Hatta

Indra Hatta yang kini berusia 26 tahun adalah pemilik ring DRM BF yang semula hanya aktif dalam mengikuti lomba burung kicauan. Namun lambat laun karena keterbatasan waktu membuat dia akhirnya memutuskan untuk focus dalam breeding murai batu yang dimulai sejak 3 tahun yang lalu, artinya dia telah memulai usaha tersebut sejak berumur 23 tahun.  

DRM BF Surabaya milik Indra memiliki dua induk murai batu jantan yang memiliki panjang ekor 23,5 cm dan 24 cm sedangkan induk murai betina berjumlah 4 ekor. Dia menggunakan system poligami dengan tujuan agar bisa menghemat penggunaan induk jantan. Indra mengatakan bahwa dia lebih mengutamakan kualitas produk trotolan murai batu bahkan dia merawat seluruh induk serta anakannya sendiri. Dia menggunakan beberapa produk yang bisa membantu perkembangan murai batu seperti BirdMature, BirdMineral, dan BirdVit agar kesehatan indukan serta trotolan tetap terjaga.

Dalam sekali panen, dia bisa mendapat 3-4 ekor anakan murai batu. Dia menyerahkan perawatan anakan murai batu pada induknya hingga berumur 27 hari karena dia juga bekerja. Hal tersebut berbeda dengan sebagian besar penangkar murai batu yang memanen anakan pada umur 7-10 hari. Alasannya karena anakan yang dirawat induknya relative lebih sehat dan kuat sehingga dia baru memindahkannya pada umur 28 hari ke sangkar harian agar induk betina bisa bereproduksi lagi.

Andri Wicaksono

Andri Wicaksono yang baru berumur 21 tahun memiliki penangkaran dengan ring AJBF. Dia sudah memulai beternak murai batu 2 tahun lalu saat masih berumur 19 tahun saat remaja seusianya lebih memilih berhura-hura. Dia tidak hanya sukses beternak murai batu saja tetapi juga burung kicauan lainnya seperti lovebird, kenari, dan strawberry finch sehingga mendapat julukan penangkar muda bertangan dingin.

Dia mempunyai 3 pasangan induk murai batu di rumahnya, 2 pasangan sudah mulai berproduksi sedangkan 1 pasang lainnya merupakan pasangan siapan produksi. Pasangan yang sudah berproduksi salah satunya adalah jenis murai blacktail atau ekor hitam. Dalam setahun pasangan yang sama-sama berekor hitam tersebut telah 6 kali bereproduksi dan menghasilkan julah anakan hingga 2-3 ekor.


Andri menerapkan system poligami murni pada salah satu calon indukan dimana di dalam kandang ada seekor induk jantan dan lebih dari seekor induk betina. Teknik tersebut dianggap lebih aktif dilakukan pada saat masih usia trotolan. Bisa juga menyatukan murai betina dulu agar akur kemudian baru disatukan dengan induk jantan.

Bagaimana Burung Kolibri Mengisap Nektar? Ini Faktanya

Apakah anda tahu apa jenis burung terkecil di dunia? Jawabannya adalah burung Kolibri Lebah. Burung ini bahkan memiliki besar telur tidak lebih dari kacang polong. Membicarakan tentang Kolibri memang selalu terdengar menarik dan menajubkan karena Kolibri adalah burung yang sangat kecil yaitu hanya sepanjang 6,4 cm, memiliki warna cerah yang cantik, serta menjadikan madu sebagai sumber makanannya. Burung ini sebagian besar hidup di dataran Amerika Utara dan Selatan. Hal yang membuat burung ini terlihat lebih cantik adalah adanya ribuan bulu yang bergemerlapan dimana bulu tersebut bisa memantulkan serta memancarkan sinar berwarna-warni saat burung bergerak dengan cepat. Ada lebih dari sekitar 300 spesies burung Kolibri yang hidup di wilayah hutan Amazon, Amerika Selatan. Ada juga beberapa spesies Kolibri yang hidup di bagian barat hutan pegunungan Andes yaitu jenis Sword Billed.

Image Via Flickr : CintheaFox


Dalam klasifikasi ilmiah burung Kolibri masuk dalam kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Aves, ordo Apodiformes, sedangkan familinya adalah Trochilidae. Kolibri memang patut menjadi burung yang disebut sebagai burung terkecil di dunia karena panjangnya hanya 6,35 cm dan beratnya hanya 6 gram. Burung ini disebut-sebut sebagai penerbang ulung karena mempunyai gerakan kepakan sayap yang sangat cepat. Satu detik kepakan sayapnya bisa mencapai 12-80 kali kepakan. Hal tersebut menyebabkan Kolibri membutuhkan asupan energy yang cukup besar sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan. Oleh karena itu, sumber makanan yang dipilih adalah yang berkalori tinggi seperti nectar atau bisa juga bagian dari inti sari bunga untuk memenuhi kebutuhan asupan kalori Kolibri yang tinggi.

Cara Kolibri mendapatkan nectar sering menjadi pertanyaan karena memang agak aneh bila ada burung yang bertindak seperti serangga yaitu menghisap nectar. Ada beberapa pendapat yang berbeda mengenai bagaiman Kolibri menghisap nectar dari bunga. Salah satu pendapat mengatakan bahwa Kolibri menghisap nectar dengan paruhnya yang kecil dan panjang. Namun, pada beberapa varietas kolibri berparuh panjang dikatakan ada yang mengebor sebuah lubang hingga menembus pangkal bunga lalu menyisipkan paruhnya ke dalam lubang tersebut untuk mendapatkan nectar. Kegiatan Kolibri untuk mendapatkan nectar tersebut sangat membantu penyerbukan silang karena terkadang serbuk sari akan ikut terbawa pada kepala atau paruh kolibri dan berpindah dari satu bunga ke bunga lainnya.


Ada beberapa ilmuwan yang tertarik untuk mempelajari bagaimana sebenarnya burung Kolibri mendapatkan nectar. Para ilmuwan mempelajari sekitar 18 spesies burung Kolibri dan menemukan beberapa fakta mengenai cara Kolibri mendapatkan nectar. Kolibri mendapatkan nectar dengan menggunakan paruhnya yang panjang dan mengekstrasi nectar dari bunga untuk dijadikan sumber energy. Lidah burung Kolibri panjangnya sama dengan paruhnya sehingga saat menghisap nectar akan mudah karena keduanya bisa menjangkau cairan nectar yang ada di dalam bunga. Hal tersebut membuat beberapa ilmuwan percaya kalau Kolibri menggunakan gaya kapilari saat mengekstrak nectar sehingga lidah Kolibri akan terisi nectar sama seperti tabung kaca yang diisi air. 

Namun hal tersebut bertentangan dengan penelitian biolog Rico Guevara serta koleganya Margaret Rubeda dari Universitas Connecticut. Mereka mengatakan bahwa burung Kolibri mengepakkan sayap sangat cepat sehingga membutuhkan energy yang banyak dari menghisap nectar. Oleh karena itu dibutuhkan kecepatan tinggi agar nectar dari dalam bunga bisa masuk ke mulu Kolibri. Hal tersebut berbeda dengan teori kapilari yang cenderung bergerak lambat. Hal yang sebenarnya terjadi adalah lidah Kolibri tetap berbentuk rata sebelum menyentuh nectar setelah menjangkau nectar ujung lidahnya yang bercabang akan menyebar di dalam nectar dengan tepi berumbai menyerupai kain pel yang digunakan untuk mengelap lantai. Setelah nectar berada di dalam lidah maka lidah Kolibri akan menggulung seperti dua buah pipa yang memompa nectar masuk ke tenggorokan. Dengan demikian Kolibri bisa mengangkut nectar hingga 15 jilatan per detik.

Sabtu, 16 Mei 2015

Cegah Kegemukan Pada Kacer Sebelum Malas Berbunyi dan Mbagong, Dengan Tips Ini

krotocilacap.com - Setelah burung kacer melewati masa mabungnya, mereka cenderung menjadi gemuk lantaran dalam pemberian pakan hanya diberi voer tanpa memperhatikan pakan tambahan. Jika burung sudah mengalami kegemukan, hal ini akan membuatnya jarang berkicau dan malas beraktivitas sehingga sangat rentan terserang penyakit. Besar kemungkinan burung bakalan mbagong. Untuk mencegah jawara Anda menjadi pemalas dan mbagong ikuti tips cara mengatasi dan mencegah kegemukan pada kacer.

Kegemukan pada kacer dapat menyebabkan kacer malas bergerak dan mbagong/ Omkicau.com

Menjaga keseimbanagn nutrisi saat burung kacer sedang mabung adalah hal yang harus diperhatikan. Pakan tambahan selain voer wajib diberikan, jika tidak maka kacer mudah mengalami kegemukan setelah masa mabungnya selesai.


Selasa, 14 April 2015

Jangan Abaikan Guratan Merah di Kaki Burung Kenari, Bahaya Dan Bisa Menyebabkan Kematian

Krotocilacap.com - Hobiis burung kicauan khususnya pecinta kenari, banyak diantara mereka yang mengeluh mengenai burung sakit yang diawali dengan timbulnya tanda guratan merah di kaki pada betis dan buku jari-jari kaki. JANGAN abaikan pertanda itu, karena bisa terjadi infeksi yang harus segera ditangani agar tidak menjalar dan menyebabkan kondisi sakit menahun dan bisa menyebabkan kematian. 


Kaki kenari luka kecil yang dapat menyebabkan infeksi berkepanjangan/ omkicau.com



Penyebab infeksi bisa dikarenakan serangan jamur, luka gores akibat jeruji atau bagian lain yang tajam seperti sangkar dan asesoris lain, bahkan gigitan nyamuk juga bisa.

Jumat, 16 Januari 2015

Murai Batu dan Pleci Semakin Gacor Berkat Kroto

Burung Pleci/Fb Burung Pleci/Kaca Mata/Mata Puteh/Zosterops




Para kicaumania rutin memberikan kroto pada burung agar burung menjadi lebih sehat dan rajin berkicau. Namun, setiap hobiis mengaplikasikannya dengan cara dan dosis yang berbeda. Ada yang memberikannya setiap hari ( setiap pagi - sore hari sebanyak satu sendok makan), ada juga yang memberikan dua hari sekali, dan ada juga yang hanya ketika menjelang lomba. Semua hal yang dilakukan tersebut tergantung pada kebutuhan.